This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 Maret 2012

seni tari

Tarian Indonesia


Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.

Era sejarah
Tari bercorak prasejarah atau tari suku pedalaman
Tari perang Papua dari Kabupaten Kepulauan Yapen.
Tari Kabasaran, Minahasa Sulawesi Utara.

Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri, hal ini tampak pada berbagai suku bangsa yang bertahan dari pengaruh luar dan memilih hidup sederhana di pedalaman, misalnya di Sumatra (Suku Batak, Nias, Mentawai), di Kalimantan (Dayak, Punan, Iban), di Jawa (Badui), Sulawesi (Toraja, Minahasa), Kepulauan Maluku dan Papua (Dani, Asmat, Amungme).

Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan. Tarian semacam ini biasanya berawal dari ritual, seperti tari perang, tarian dukun untuk menyembuhkan atau mengusir penyakit, tarian untuk memanggil hujan, dan berbagai jenis tarian yang berkaitan dengan pertanian seperti tari Hudoq suku Dayak. Tarian lain diilhami oleh alam, misalnya Tari Merak dari Jawa Barat. Tarian jenis purba ini biasanya menampilkan gerakan berulang-ulang seperti tari Tor-Tor suku Batak dari Sumatra Utara. Tarian ini juga bermaksud untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia, juga dimaksudkan untuk menenangkan dan menyenangkan roh-roh tersebut. Beberapa tarian melibatkan kondisi mental seperti kesurupan yang dianggap sebagai penyaluran roh ke dalam tubuh penari yang menari dan bergerak di luar kesadarannya. Tari Sanghyang Dedari adalah suci tarian istimewa di Bali, dimana gadis yang belum beranjak dewasa menari dalam kondisi mental tidak sadar yang dipercaya dirasuki roh suci. Tarian ini bermaksud mengusir roh-roh jahat dari sekitar desa. Tari Kuda Lumping dan tari keris juga melibatkan kondisi kesurupan.

Tari bercorak Hindu-Buddha
 Lakshmana, Rama dan Shinta dalam sendratari Ramayana di Prambanan, Jawa.Dengan diterimanya agama dharma di Indonesia, Hinduisme dan Buddhisme dirayakan dalam berbagai ritual suci dan seni. Kisah epik Hindu seperti celebrated Ramayana, Mahabharata dan juga Panji menjadi ilham untuk ditampilkan dalam tari-drama yang disebut "Sendratari" menyerupai "ballet" dalam tradisi barat. Suatu metode tari yang rumit dan sangat bergaya diciptakan dan tetap lestari hingga kini, terutama di pulau Jawa dan Bali. Sendratari Jawa Ramayana dipentaskan secara rutin di Candi Prambanan, Yogyakarta; sementara snedratari yang bertema sama dalam versi Bali dipentaskan di berbagai Pura di seluruh pulau Bali. Tarian Jawa Wayang orang mengambil cuplikan dari episode Ramayana atau Mahabharata. Akan tetapi tarian ini sangat berbeda dengan versi India. Meskipun sikap tubuh dan tangan tetap dianggap penting, tarian Indonesia tidak menaruh perhatian penting terhadap mudra sebagaimana tarian India: bahkan lebih menampilkan bentuk lokal. Tari keraton Jawa menekankan kepada keanggunan dan gerakannya yang lambat dan lemah gemulai, sementara tarian Bali lebih dinamis dan ekspresif. Tari ritual suci Jawa Bedhaya dipercaya berasal dari masa Majapahit pada abad ke-14 bahkan lebih awal, tari ini berasal dari tari ritual yang dilakukan oleh gadis perawan untuk memuja Dewa-dewa Hindu seperti Shiwa, Brahma, dan Wishnu.

Di Bali, tarian telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual suci Hindu dharma. Beberapa ahli percaya bahwa tari Bali berasal dari tradisi tari yang lebih tua dari Jawa. Relief dari candi di Jawa Timur dari abad ke-14 menampilkan mahkota dan hiasan kepala yang serupa dengan hiasan kepala yang digunakan di tari Bali kini. Hal ini menampilkan kesinambungan tradisi yang luar biasa yang tak terputus selama sedikitnya 600 tahun. Beberapa tari sakral dan suci hanya boleh dipergelarkan pada upacara keagamaan tertentu. Masing-masing tari Bali memiliki kegunaan tersendiri, mulai dari tari suci untuk ritual keagamaan yang hanya boleh ditarikan di dalam pura, tari yang menceritakan kisah dan legenda populer, hingga tari penyambutan dan penghormatan kepada tamu seperti tari pendet. Tari topeng juga sangat populer di Jawa dan Bali, umumnya mengambil kisah cerita Panji yang dapat dirunut berasal dari sejarah Kerajaan Kediri abad ke-12. Jenis tari topeng yang terkenal adalah tari topeng Cirebon dan topeng Bali.

Tari bercorak Islam

Tari Saman dari Aceh.
Sebagai agama yang datang kemudiam, Agama Islam mulai masuk ke kepulauan Nusantara ketika tarian asli dan tarian dharma masih populer. Seniman dan penari masih menggunakan gaya dari era sebelumnya, menganti kisah cerita yang lebih berpenafsiran Islam dan busana yang lebih tertutup sesuai ajaran Islam. Pergantian ini sangat jelas dalam Tari Persembahan dari Jambi. Penari masih dihiasi perhiasan emas yang rumit dan raya seperti pada masa Hindu-Buddha, tetapi pakaiannya lebih tertutup sesuai etika kesopanan berbusana dalam ajaran Islam.

Era baru ini membawa gaya baru dalam seni tari: Tari Zapin Melayu dan Tari Saman Aceh menerapkan gaya tari dan musik bernuansa Arabia dan Persia, digabungkan dengan gaya lokal menampilkan generasi baru tarian era Islam. Digunakan pula alat musik khas Arab dan Persia, seperti rebana, tambur, dan gendang yang menjadi alat musik utama dalam tarian bernuansa Islam, begitu pula senandung nyanyian pengiring tarian yang mengutip doa-doa Islami.

Pendukung

Tari keraton
Tari Golek Ayun-ayun, dari Keraton Yogyakarta
Tari Jaipongan, tari tradisi rakyat Sunda

Tarian di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga bangsawan; berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan di berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari budaya istana. Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa. Strata masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya. Jika golongan bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan; masyarakat kebanyakan lebih memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya tarian istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat lebih bebas, dan terbuka atas berbagai pengaruh.

Perlindungan kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para Sultan dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisi gamelan pengiring tarian tersebut. Tarian istana juga terdapat dalam tradisi istana Bali dan Melayu, yang bisanya—seperti di Jawa—juga menekankan pada kehalusan, keagungan dan gengsi. Tarian Istana Sumatra seperti bekas Kesultanan Aceh, Kesultanan Deli di Sumatra Utara, Kesultanan Melayu Riau, dan Kesultanan Palembang di Sumatra Selatan lebih dipengaruhi budaya Islam, sementara Jawa dan Bali lebih kental akan warisan budaya Hindu-Buddhanya.

Tari rakyat
 Tarian Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan sosial dari masyarakyatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan derajat kehalusannya. Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari rakyat adalah tari yang dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Dibandingkan dengan tari istana (keraton) yang dikembangkan dan dilindungi oleh pihak istana, tari rakyat Indonesia lebih dinamis, enerjik, dan relatif lebih bebas dari aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial pergaulannya daripada fungsi ritual.

Tari Ronggeng dan tari Jaipongan suku Sunda adalah contoh yang baik mengenai tradisi tari rakyat. Keduanya adalah tari pergaulan yang lebih bersifat hiburan. Seringkali tarian ini menampilkan gerakan yang dianggap kurang pantas jika ditinjau dari sudut pandang tari istana, akibatnya tari rakyat ini seringkali disalahartikan terlalu erotis atau terlalu kasar dalam standar istana. Meskipun demikian tarian ini tetap berkembang subur dalam tradisi rakyat Indonesia karena didukung oleh masyarakatnya. Beberapa tari rakyat tradisional telah dikembangkan menjadi tarian massal dengan gerakan sederhana yang tersusun rapi, seperti tari Poco-poco dari Minahasa Sulawesi Utara, dan tari Sajojo dari Papua.

Tradisi

Tari tradisional

Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini. Beberapa tari mungkin telah berusia ratusan tahun, sementara beberapa tari berlanggam tradisional mungkin baru diciptakan kurang dari satu dekade yang lalu. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.

Sekolah seni tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar, Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan seni tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival tertentu seperti Festival Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama bagi seniman tari Bali untuk menampilkan tari kreasi baru karya mereka.

Tari kontemporer

Tari modern pengiring pagelaran musik

Seni tari kontemporer Indonesia meminjam banyak pengaruh dari luar, seperti tari ballet dan tari modern barat. Pada tahun 1954, dua seniman dar Yogyakarta — Bagong Kusudiarjo dan Wisnuwardhana — merantau ke Amerika Serikat untuk belajar ballet dan tari modern dengan berbagai sanggar tari disana. Ketika kembali ke Indonesia pada tahun 1959 mereka membawa budaya berkesenian baru, yang pada akhirnya mengubah arah, wajah dan pergerakan dan koreografi baru, mereka memperkenalkan gagasan seni tari sebagai ekspresi pribadi sang seniman ke dalam seni tari Indonesia. Gagasan seni tari sebagai media ekspresi pribadi seniman telah membangkitkan seni tari Indonesia, dari yang semula selalu berlatar tradisi menjadi ekspresi seni, melalui paparan sang seniman terhadap berbagai latar belakang seni dan budaya yang lebih luas dan kaya. Seni tari tradisional Indonesia juga banyak memengaruhi seni tari kontemporer di Indonesia, misalnya langgam tari Jawa berupa pose dan sikap tubuh serta keanggunan gerakan seringkali muncul dalam pagelaran seni tari kontemporer di Indonesia. Kolaborasi internasional juga dimungkinkan, misalnya kolaborasi seni tari Jepang Noh dengan seni tari teater tradisional Jawa dan Bali.

Tari modern Indonesia juga seringkali ditampilkan dalam dunia industri hiburan dan pertunjukan Indonesia, misalnya tarian pengiring nyanyian, pagelaran musik, atau panggung hiburan. Kini dengan derasnya pengaruh budaya pop dari luar negeri, terutama dari Amerika serikat, beberapa tari modern seperti tari jalanan (street dance) juga merebut perhatian kaum muda Indonesia.

Selasa, 06 Maret 2012

Nama Hewan Dalam Bahasa Jepang



No.Bahasa IndonesiaBahasa Jepang 
  RomajiHiragana/Katakana
1AngsaGachōガチョウ
2AnjingInuいぬ
3BebekAhiruアヒル
4BeruangKumaくま
5BurungToriとり
6Cumi-cumiIkaいか
7CacingMimizuみみず
8CicakYamoriやもり
9GajahZooぞう
10HarimauToraとら
11IkanSakanaさかな
12KatakKaeruかえる
13kelinciUsagiうさぎ
14KerangKaiかい
15Kunang-kunangHotaruほたる
16kura-kuraKameかめ
17KudaUmaうま
18KucingNekoねこ
19KambingYagiやぎ
20LalatHaeはえ
21Laba-labaKumoくも
22MonyetSaruさる
23SapiUshiうし
24SemutAriあり
25TikusNezumiねずみ
26UlarHebiへび
27UdangEbiえび
28UntaKyameru キャメル
29WalletSuwarō スワロー
30werengUnkaウンカ
31YuyuYūyū 悠々
32ZebraShimaumaシマウマ

Sabtu, 03 Maret 2012

Tugas Bahasa Indonesia Q

LELAH

telah berusaha
telah mencoba
terlihat tak sempurna
telah lelah

tak mengerti
tak dimengerti
terlihat tanpa arah
lelah sudah

dicibir...
dibathin...
tapi tanpa daya...
menjadi tanpa arti...

Senin, 14 November 2011

Abu Bakar

Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang paling awal memeluk agama Islam (assabiqunal awwalun), sahabat Rasullullah Saw., dan juga khalifah pertama yang dibaiat (ditunjuk) oleh umat Islam. Beliau lahir bersamaan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw. pada 572 Masehi di Mekah, berasal dari keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya adalah Abdullah ibni Abi Quhaafah.  

Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam). 
Abu Bakar berarti ‘ayah si gadis’, yaitu ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunya atau nama panggilan ayahnya). Gelar As-Sidiq (yang dipercaya) diberikan Nabi Muhammad SAW sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebagaimana orang-orang yang pertama masuk Islam, cobaan yang diderita Abu Bakar As-Sidiq cukup banyak. Namun ia senantiasa tetap setia menemani Nabi dan bersama beliau menjadi satu-satunya teman hijrah ke Madinah pada 622 Masehi. 
Menjelang wafatnya Rasullullah, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat menggantikannya. Hal ini diindikasikan bahwa Abu Bakar kelak akan menggantikan posisi Nabi memimpin umat. Setelah wafatnya Rasullullah, maka melalui musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama, memulai era Khulafaur Rasyidin. Meski ditentang oleh sebagian muslim Syiah karena menurut mereka Nabi pernah memilih Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya, namun Ali bin Abi Thalib menyatakan setia dan mendukung Abu Bakar sebagai khalifah. 
Segera setelah menjadi khalifah, urusan Abu Bakar banyak disibukkan oleh pemadaman pemberontakan dan pelurusan akidah masyarakat yang melenceng setelah meninggalnya Nabi. Beliau memerangi Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad Saw, dan juga memungut zakat kepada suku-suku yang tidak mau membayarnya setelah meninggalnya Nabi Muhammad Saw. Mereka beranggapan bahwa zakat adalah suatu bentuk upeti terhadap Rasullullah. Setelah usainya pemberontakan dan berbagai masalah internal, beliau melanjutkan misi Nabi Muhammad menyiarkan syiar Islam ke seluruh dunia. Abu Bakar mengutus orang-orang kepercayaannya ke Bizantium dan Sassanid sebagai misi menyebarkan agama Islam. Khalid bin Walid juga sukses menaklukkan Irak dan Suriah dengan mudah. 
Beliau menjadi khalifah dalam jangka waktu 2 tahun. Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Beliau dimakamkan di samping makam Rasullullah Saw. Selanjutnya posisi khalifah digantikan oleh Umar bin Khatab.

Rabu, 22 Juni 2011

jangan buat perbandingan,

 - Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa meminta agar semua pihak tidak membuat perbandingan antara jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sukses dan jumlah TKI yang gagal. Dalam konteks persoalan terkait nyawa TKI, perbandingan semacam itu, menurutnya, sama sekali tidak pantas dilakukan.
"Jangan pernah membuat perbandingan. Oh, yang sukses sekian, sedangkan kasus yang ini hanya sekian. Jangan pernah melakukan perbandingan semacam itu," tegas Khofifah, yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Rabu (22/6/2011), di Istana Wakil Presiden, seusai bertemu Wapres Boediono.
Seperti dimuat Harian Kompas (Rabu, 22/6), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, moratorium penempatan TKI ke Arab Saudi butuh waktu. Pemerintah harus menoleransi TKI PRT (Pembantu Rumah Tangga ) lain yang sukses bekerja tanpa masalah di luar negeri. Dari 1,5 juta TKI di Arab Saudi, lebih dari 500.000 orang sukses.
Menurut Khofifah, membuat perbandingan antara TKI sukses dan TKI tidak sukses dalam konteks kasus Ruyati tidak ubahnya menyetarakan nyawa manusia dengan bangunan rumah.
"Atas nama keselamatan jiwa penduduk Indonesia, apa yang harus dilakukan adalah koreksi total, mulai dari tanggung jawab PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia), termasuk di dalamnya bagaiaman pelatihan yang diberikan kepada TKI sudah benar atau tidak," paparnya.
Ruyati binti Satubino (54), tenaga kerja Indonesia, dieksekusi hukuman pancung oleh Arab Saudi, pada Sabtu pekan silam. Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu dinyatakan terbukti membunuh majikannya pada 12 Januari 2010.
Pemerintah Indonesia menyatakan telah mengadvokasi Ruyati sejak kasus itu pertama kali muncul dan juga selama persidangan. Pemerintah memprotes pelaksanaan eksekusi karena dilakukan tanpa memberitahu Perwakilan RI di Arab Saudi.

JAKARTA, KOMPAS.com
By : http://nasional.kompas.com/read/2011/06/22/13490087/Khofifah.Jangan.Pernah.Buat.Perbandingan

Rabu, 08 Juni 2011

aku?

aku tak tahu apa yang tarjadi pada q,.,..
ketika ku ingin bersamanya,,,
aku malah takut bersamanya,.,.,.,.,.
akkuh bingung akan rasa q untuknya...
ini cinta ataukah rasa sakit..,.?
akkuh ingin selalu ada di dekatnya.,.,.
tapi aku selalu merasa jauh ketika ku ada di dekatnya.,.,
inikah cinta?
cinta yang membingungkan hatiku?
rasanya aku ingin lari dari perasaan inni.,.,.,.

Selasa, 07 Juni 2011





huh,..,.,.
cinta?
rasa yang mungkin sangat membingungkan.,.,.,.
ketika ingin dekat dengannya,,,,,,,
ku merasa amatlah rindu padanya,.,.,.
tapi ketika berada didekatnya,,,,,
malah tarasa juh darinya.,.,.,
inikah cinta?
cinta yang membingungkan haty.,.,..,

Kamis, 02 Juni 2011

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk program :
1. Kelas Reguler
2. Kelas Unggulan
3. Kelas Keterampilan:
* Keterampilan Otomotif (1 kelas Putra)
* Keterampilan meubelair (1 kelas Putra)
* Keterampilan Tatabusana (1 kelas putri)

Waktu & Tempat Pendaftaran,
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 Juni 2011 s/d. 4 Juli 2011
Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jl. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp.(0321) 862352, 08283481330  Fax. (0321) 855537

Syarat Pendaftaran,
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan fotocopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah di legalisir sebanyak 2 lembar.
3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN aslinya.
4. Menyerahkan fotocopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
5. Menyerahkan pas photo hitam putih 3×4 sebanyak 12 lembar.
6. Menyerahkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
7. Menyerahkan fotocopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
8. Membayar biaya pendaftaran Rp 75.000,- .
9. Menyerahkan fotocopi hasil test IQ, bagi yang memiliki, sebanyak 2 lembar.

Waktu Tes Seleksi
Tes dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juli 2011 jam 08.00 – 12.00 WIB.

Materi Tes,
Materi yang diujikan:
1. Kelas Reguler : Tes tulis dan praktik ibadah serta baca Al-Qur’an.
2. Kelas Unggulan: (1) Ujian Tulis: Matematika, IPA/sains, Bahasa Inggris, dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Quran.
3. Kelas Keterampilan: (1) Ujian Tulis: Pengetahuan Dasar tentang Keterampilan dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah,  Membaca Al-Qur’an.
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (koreksi menggunakan scanner).

Pengumuman Hasil Tes,
Pengumuman hasil tes pada hari Rabu, 6 Juli 2011 jam 08.00 WIB

Daftar Ulang,
Bagi calon siswa yang LULUS seleksi harus melaksanakan daftar ulang dengan  memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan daftar ulang, sejak tanggal 6 – 7 Juli 2011

Masa Orientasi Siswa (MOS)
Pembelakalan siswa baru dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Juli 2011.
MOS dilaksanakan tanggal 9 – 11 Juli 2011

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Dimulai Senin, 11 Juli 2011

Sabtu, 18 Desember 2010

Kamu Yang Pertama

Berawal dari cintaku pertama
Diawal ku jumpa
Kamu benar membuatku tergila-gila
Ke langit jadinya

Kau pun kiriminkan seribu puisi cinta
Tak pernah ku duga
Ku balas kamu dengan senyuman manja
Kau hanya tertawa

Malu-malu tapi mau
Ku lihat sayang
Tampak jelas di matamu
Lama-lama kau mendekat
Ku lihat sayang
Katakan cinta untukku

Kamu memang yang pertama cinta
Menyentuh pipiku dengan manja
Karena kamu yang ku rasa cinta
Mendapatkan segalanya

Kau mulai lagi dengan tingkah lakumu
Ku tersipu malu
Kau titip salam lewat mentariku
Berdegup jantungku

Kamu memang yang pertama cinta
Memulai dengan senyuman manja
Karena kamu yang ku rasa cinta
Lebih dari segalanya
Cinta

Rabu, 01 Desember 2010

pusing bgt


begtyu mulyanya al-qur'an.,.,.,.

sehingga tuk memulyakannya kita harus suci ketika menyentuhnya,

dah untuk menghafalkannya butuh waktu, kekuatan dan hati yang benar-benar matang.,.,.,

Rabu, 24 November 2010

my favorit saga



Selasa, 23 November 2010

kangeeeeeeeeen

akkuh kan selalu menyayangimu.,.,.,

walaupun raga kita terpisah jauh,.,.,.,,

dan mata kita tak saling berpandangan.,.,..,.,
...
akan tetapi kata kan selalu dekat di hati.,.,.,.

betul nggag ya kira2???????





adakah kalian semua seperti ini???????

Selasa, 02 November 2010

sekolah lagi, hafalan lagi

mengapa sekolah selalu identil dengan hafalan??????

apakah memang sekolah harus ada hafalan????
kapan hafalan akan d hapus dari sekolah????

INDAHNYA ALAM



Begitu banyak ni'mat Allah yang diberikan kepada kita,

tetepi mengapa kita tidak pernya mensyukuri ?

apakah kurang ?

yang selama ini Allah berikan kepada kita?


lihatlah, pada gambar di atas,

begitu indahnya pantai itu,

Allah ciptakan kepada kita,

tapi apa balasan kita terhadap Allah?

kita malah mendurhakai Allah,

dengan merusak apa yang telah Allah berikan kepada kita,


oleh karena itu,

marilah kita bersyukur kepada Allah,

atas ni'mat yang di beri oleh-Nya

dengan cara melestarikan keindahan alam tergambar di atas

Senin, 01 November 2010

pusing...

dan akhir na mbulet jadi na...

Jumat, 29 Oktober 2010

Kurang Kerjaan.,.,,.,

KAMI, segenap jajaran:
POLRI
TNI AU
TNI AD
TNI AL
...........................Gubernur
Walikota
Bupati
Camat
Lurah
Ketua RW
Ketua RT
Hansip
Tukang portal
Tukang oncom
Tukang gorengan
Tukang bakso
Tukang pompa
Tukang jahit
Tukang palak
Tukang gali kubur
Dokter
Suster
Insinyur
Hakim
Jaksa
Pengacara
Manajer hotel
Manajer restoran
Manajer fast food
Manajer supermarket
Satpam hotel
Satpam mall
Satpam kantor
Satpam apartemen
Satpam indomaret
Satpam ding dong
Mpok Romlah
Mpok Encum
Mpok Jenab
Mpok Cuneh
Mpok Domdom
Bang Toang
Bang Toing (adenye bang toang)
Bang Ale
Bang Satimin
Bang Kotan
Engkong Riman
Engkong Injih
Engkong Malih
Ceu Inah
Ceu Anih (bukan adenye ceu inah, ga tau siapanya)
Ceu Lia Presiden
Wakil Presiden
Ketua MPR RI
......Ketua DPR RI
Kapolri
...Kapolda
Kapoltabes
Kapolres
Kapolsek
Gubernur
Wakil Gubernur
Wali Kota
Wakil Wali Kota
Bupati
Wakil Bupati
Camat
Wakil Camat
Lurah
Wakil Lurah
Pak Carik
Bu Carik
Ketua RT
Ketua RW
Sekretaris
Bendahara
Hansip
Satpol PP
Satpam
Ibu kost
Penjaga warnet
Tukang Sapu
Bakul Mie ayam
Bakul Bakso
Tukang Sate
Bakul cilok
Bakul gereh
Bakul pindang
Bakul es dawet
Bakul srabi
Bakul sego megono
Bakul rujak
Bakul siomay
Bakul Lobes
Bakul kentang
Bakul mlinjo
Bakul emping
Bakul alfamart
Bakul indomaret
Supir angkot
Supir truk
Supir bus
Supir m0ntor mabur
Tukang becak
Tukang netek
Tukang gebyok
Tukang nebas jengkol
Aloy siu
Randy sukamto
Modin doang
Febrian setia hadi
Karto toyeng
Ipux ndalipux
Ipux ledha ledhee
Mufed weleh weleh
Risti mo0n
Suzanna
Nyi lanjar
Nyi pelet
Nyi blorong
Mak lampir
Mak erot
Putra pengen rujak
Juminten wae ah
Mbak sawit
Tyoz mrongos
Maria ozawa
Miyabi
Waria
Bencong
Banci
Lesbi
Lesbong
Homo
Hombreng
Gay
Bisex
Laki2 hdung belang
Brondong
Cah sekolah
Ipin
Upin
Cinta fitri
Tersanjung
Kemilau cinta kamila
Ketika cinta bertasbih
Wanita berkalung sorban
Ketika waria bertasbih
Ponari
Sumanto
Tante girang
Tante2 penundan
Tante2 tamanan
Tante2 wuni
Tante2 mbah surat
Tante2 njentol sari
Tukang parkir
Tukang ledeng
Tukang sedot WC
Wong ngarit
Wong angon wedhus
Pengemis
Pengamen
dan Seluruh Warga Kampung

...........
............
MNGUCAPKAN SELAMAT BULAN BARU.,,.,.,,,.

Bertamu ke rumah ALLAH

KEMBARA CINTA SUDAH BERMULA...
Pergilah tetamu Allah
Pergilah menuju Allah…
Pergilah membawa hatimu yang pasrah
Tiada lain yang kau cari
Kecuali kasih-sayang Ilahi
Haji ertinya menuju…
menuju Allah yang satu

Namun jalan cinta itu penuh sembilu
Kan bertandang ujian beribu liku
Merintang diri dan hati
Kerna setiap cinta itu pasti diuji…
Apakah sejati atau ilusi.

Sebelum melangkah mulakan muhasabah
Bagaimana belanja kita ke sana?
Apakah keringat sendiri yang mengalir?
Apakah dari sumber yang bersih?
Apakah dari pekerjaan yang baik?
Tanpa penipuan, tanpa penzaliman
Hasil usaha ‘halalan taiyiban?’Kemudian muhasabah pula diri kita seikhlasnya
Leburkan mazmumah semampunya
Hasad, dengki, marah, bakhil ditekan sekuatnya
Mensucikan hati di pohon keampunan
Minta kemaafan dari manusia
Mohon taubat segala dosa…
Barulah nanti terlerai rantai di hati
Terasa ringan melangkah kaki!
Pakaikan kain ihram di tubuh
Serah diri seluruh…
Pangkat, derjat, bintang dan gelaran meluruh
Kini kita hanya seorang hamba
Yang benar-benar hina di hadapan-Nya
Datanglah bagaikan hamba tawanan
Yang bertelut gementar… menanti hukuman

Labaiklallah humma labaik!
Hambamu datang ya Allah…
Dengan hias rohani
Di cermin matahati katakan pada diri:
Aku tidak punya apa-apa
Harta, keluarga dan milik Mu jua
Asalku hanya dari titisan air yang hina …
Jahil, miskin, lemah dan tidak berdaya…
Namun Hambamu datang jua ya Allah…

Labaikallah humma labaik
Aku datang wahai Tuhan
Aku datang… menyahut panggilan
Tuluskan niat kita ketika memulakan
Haji ini, ibadah ini…
Bukan untuk ihsan manusia
Bukan lanjutan urus niaga
Pun bukan kerana riak dan bangga
Tetapi benar-benar kerana kita hamba
Yang mengharap wajah dan keredhaan-Nya
Niat yang suci itu perisai hati
Menangkis kelalaian sepanjang destinasi
Ikhlas itu sangat maknawi
Namun kesannya zahir pada diri
Ikhlas melahirkan sabar…
Sabar kita dengan karenah insan
Demi mengharapkan rahmat Tuhan
Ikhlas melahirkan syukur…
Syukur dengan ruang yang sempit
Demi mengharap keampuan yang melangit

9 Zulhijjah…wukuf di Arafah
Dalam himpunan terbesar gambaran Mahsyar
Tiada bezanya derjat dan pangkat
Yang kaya atau melarat
Semuanya tenggelam dalam dalam zikir dan munajat

10 Zulhijjah… bermalam di Mudzalifah
Talbiah, tasbih dan selawat
Bangsawan, hartawan, marhein dan miskin
Segalanya sama seputih kain
Moga-moga perrhimpunan ini menginsafkan
Hanya taqwa… nilaian Tuhan
Tuhan tidak menilai rupa
Tuhan tidakmenilai harta
Tuhan hanya menilai hati
… hati yang bertaqwa kepada-Nya

11, 12, 13 Zulhijjah…
bermalam di Mina melontar 3 Jamrah
Genggam butiran batu itu dengan tangan kita
Tapi lontarkan ia dengan satu rasa
Di Jamrah itu kita perangi musuh Allah
Simbolik satu kebencian
Metafora sebuah peperangan
Melawan syaitan dalam kehidupan
Nyahkan ia jauh-jauh…
Perangi ia sungguh-sungguh…
Usah berpaling lagi
Pada pujukannya… kita tak sudi!
Nun di sana kelibat Kaabah mula menyapa
Rindu tiba-tiba semakin membara
Hati hiba tanpa diminta
Tanda disedari mengalir air mata kita

Oh! situ pernah melutut Ibrahim
Di situ pernah sujud Ismail
Dan di situ pernah menangis Muhammad SAW
Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali…
Bagaikan ‘melihat’ wajah Allah
Di hitam warnanya ada nur kesucian
Langkah kian cepat… kian mendekat
Tawaf, tawaf, tawaf tujuh pusingan
Tiga pertama bagaikan lari dari dosa…
menuju pahala
Empat yang kedua lepas dari kesalahan…
menuju pengampunan
Lambaian istilam tanda kerinduan
Dikucup tangan tanda kecintaan
Tuhan cintaku hanya pada-Mu…
Walaupun cinta itu sering terganggu!
Bawalah hati yang lara di Safa dan Marwah
Saie ke sini ke sana bagai seorang sandera
Cemas bila dirasuk azab…
Tenang seketika dibujuk harap…
Ke sana khauf…
ke sini raja’…
Bimbang tenang berulang datang
Bagai gelombang tanpa tepian
Oh! Tuhan siapakah diriku
pada pandangan-Mu?
Kepalamu kau cukur
Helaian rambutmu pun gugur
Luruh bersama simbolik dirimu yang lalu
Kini bangun dirimu yang baru
Bukan sekadar membunag setipis rambut…
tetapi mengungkai fikiran yang berkabut
Bukan sekadar membersih kepala…
tetapi hakikatnya menjernih minda
Itulah rahsia tahallul
Meninggalkan diri yang kotor
Hijrah ke dunia yang luhur!
Di Madinah… di masjid Nabawi
Hati kita kan tersentuh oleh imbauan azannya
Terbayang sejarah anak yatim yang kesepian
Terbayang gembala kecil di padang pasir
Luka kakinya di Taif
Hilang kesayangannya di Badar
Gugur giginya di Uhud
Atap rumahnya dicecah jari
alas tidurnya berbekas di badan
Sujudlah, bertelekulah di situ
Tunduk malu di makam nabi
Di sana tersimpan jasadnya yang mulia
Rasul yang tak pernah jera berkorban…
Demi umatnya
Tega baginda pada semua derita
Hayatilah betapa malunya Rasul di Masjid Qiblatain
Ingin merayu tapi lidahnya kelu
Qiblat itu hak Tuhan…
tak layak dirinya memohon pertukaran
Namun Tuhan Maha Mengetahui resah di hati Rasululah
Lalu beralihlah qiblat dari Masjidil Aqsa… ke Baitullah
Rintihan Rasul-Nya terjawab sudah
Di Badar kita diajar bertawakkal
Betapa golongan sedikit bisa mengalahkan golongan yang ramai
Tetapi bila disiplin robek godaan harta
Uhud mengingatkan kita pada sebuah alpa
Pada batu-batu yang terdampar di kuburan Baqie
Terimbau deretan sahabat bagaikan bintang di langit
Terlalu banyak hikmah dalam kembara ini
Jika segalanya dilihat dengan matahati
Jiwa akan kukuh disepuh iman
Akal akan bersih disuluh iktibar
Fizikal akan kuat menempuh kesusahan
Haji kemuncak ajaran Islam
Haji kemuncak mehnah dan ujian
Padanya tersimpan rahsia kekuatan
Sudahkah terserlah apa yang tersimpan?
Bertamu tak jemu…
Berpisah tak gelisah…
Kenangan di Makkah dan Madinah
Adalah bekal safar abadimu…
bertemu Allah!

Senin, 25 Oktober 2010

keinginan quh,,,

Pada siapakah quh harus mengadu
Pada siapakah quh harus bercerita
Ttg kesedihan ini
Ttg keputusasaan ini
Terbelenggu
Ingin q terlepas
Ingin q bebas
Ingin q tersenyum
Ingin q tertawa
Ingin q bahagia

Tp q tak bisa…

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More